MEMILIH MASALAH

A.Dari Mana Masalah Diperoleh

Memilih masalah untuk diteliti merupakan tahap yang penting dalam melakukan penelitian, karena pada hakikatnya seluruh proses penelitian yang dijalankan adalah untuk menjawab pertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Memilih masalah juga merupakan hal yang tidak mudah karena tidak adanya panduan yang baku. Sekalipun demikian dengan latihan dan kepekaan ilmiah, pemilihan masalah yang tepat dapat dilakukan. masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari- hari karena menjumpai hal- hal yang aneh atau didorong keinginan meningkatkan hasil kerja, selain itu masalah dapat  diperoleh dari membaca buku atau dari orang lain.

B. Masalah Dan Judul Penelitian

Merumuskan masalah adalah suatu cara merumuskan judul selengkapnya. Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus melalui memulai membuat rancangan terlebih dahulu.

*Perlunya dirumuskan masalah
Perumusan masalah dapat dilakukan dengan cara merumuskan judul selengkapnya namun, demikian walaupun tampaknya masalah sudah dituangkan dalam bentuk judul, pembaca dapat menafsirkan dengan arti yang berbeda dengan maksud peneliti.
Berbagai jenis penelitian dari sudut pandangan tujuan, pendekatan, subjek penelitian dan sifat problematik. Apabila peneliti lain menjelaskan semuanya dalam suatu rumusan judul penelitian , maka akan terjelma sebuah judul yang panjang, yang maksudnya akan memperjelas, boleh jadi bahkan mengaburkan arti.

* Bagaimana peneliti mencari masalah yang akan dikaji, beberapa panduan pokok di bawah ini akan mempermudah bagi kita menemukan masalah:

a.       Masalah sebaiknya merumuskan setidak-tidaknya hubungan antar dua variable atau lebih

b.      Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda dan pada umumnya diformulasikan dalam bentuk kalimat tanya.

c.       Masalah harus dapat diuji dengan menggunakan metode empiris, yaitu dimungkinkan adanya pengumpulan data yang akan digunakan sebagai bahan untuk menjawab masalah yang sedang dikaji.maksudnya perumusan masalah yang dibuat memungkinkan peneliti mencari data di lapangan sebagai sarana pembuktiannya. Tujuan utama pengumpulan data ialah untuk membuktikan bahwa masalah yang sedang dikaji dapat dijawab jika peneliti melakukan pencarian dan pengumpulan data. Dengan kata lain masalah memerlukan jawaban, jawaban didapatkan setelah peneliti mengumpulkan data di lapangan dan jawaban masalah merupakan hasil penelitian.

d.      Masalah tidak boleh merepresentasikan masalah posisi moral dan etika.

Sebaiknya peneliti menghindari masalah-masalah yang berkaitan dengan idealisme atau nilai-nilai, karena masalah tersebut lebih sulit diukur dibandingkan dengan masalah yang berhubungan dengan sikap atau kinerja.

Akan lebih baik kalau masalah tersebut dijadikan dalam bentuk seperti:

  1. Hubungan antara kesiapan ujian dan nilai yang diraih
  2. Pengaruh kerajinan mahasiswa terhadap kecepatan kelulusan

Strategi Menentukan Masalah

Salah satu cara untuk membuat perumusan masalah yang baik ialah dengan melakukan proses penyempitan masalah dari yang sangat umum menjadi lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik dan siap untuk diteliti. Di bawah ini diberikan contoh cara menyempitkan masalah yang berkaitan dengan penelitian dalam dunia bisnis.

Bagaimana merumuskan masalah?
Agar judul penelitian tidak kelihatan panjang, maka yang disebutkan hanya cirri yang ditonjolkan oleh peneliti saja, selebihnya diterangkan di luar judul. Peneliti memulai kegiatannya meneliti, harus memulai membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian. Ada yang menyebutnya dengan istilah proposal penelitian atau usul penelitian. .

C. Jenis Permasalahan

Permasalahan dalam penelitian sering pula disebut dengan istilah problem atau problematik.

Jenis permasalahan tersebut biasanya dijadikan dasar dalam merumuskan judul penelitian:

  1. Peneliti ingin mengetahui status sesuatu

Apabila peneliti bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa dan bagaimana,berapa banyak,sejauh mana dan sebagainya.maka penelitianya bersifat deskriptif yaitu menjelaskan atau menerangkan peristiwa.

  1. Peneliti ingin membandingkan status dua fenomena atau lebih

Dalam melakukan perbandingan peneliti selalu memandang dua fenomena atau lebih,ditinjau dari persamaan dan perbedaan yang ada.

  1. Peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua fenomena atau lebih

Hubungan ini dibagi menjadi dua yaitu hubungan sejajar dan hubungan sebab akibat

Korelasi sejajar:menyangkut penelitian mengenai sikap siswa dengan penelitian orang tua,prestasi bahasa dengan prestasi matematika.

Korelasi sebab akibat:menyangkut penelitian mengenai kedisplinan dengan prestasi belajar,perhatian orang tua dengan tingkat kenakalan anak dan sebagainya.

D. Merumuskan Judul

  1. Penegasan Judul
    Sehubungan dengan kurang lengkapnya rumusan masalah judul penelitian, maka untuk melengkapinya dengan penegasan judul. Dengan demikian , menjadi jelas apa yang diteliti, dari mana data diperoleh , bagaimana mengumpulkan data dan bagaimana menganalisa data.
  2. Alasan pemilihan Judul
    Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain :

    1. Pentingnya masalah tersebut diteliti.
    2. Menarik minat peneliti.
    3. Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut
    4. Judul diharapkan mencakup
      1. Sifat dan jenis penelitian.
      2. Obyek yang diteliti.
      3. Subyek penelitian.
      4. Lokasi/ daerah penelitian.
      5. Tahun/ terjadinya peristiwa.

Studi Pendahuluan

  1. A. Manfaat studi pendahuluan

Prof. Dr. Winarno Surakhmad menyebutkan tentang studi pendahuluan ini dengan eksploratoris dengan dua langkah, dan perbedaan antara langkah pertama dengan langkah kedua adalah penemuan dan pengalaman. Memilih masalah adalah mendalami masalah itu,sehingga harus dilaksanakan secara sistematis dan intensif.

Dengan telah mengadakan studi pendahuluan, maka boleh jadi dapat dihemat banyak tenaga dan biaya, di samping bagi calon peneliti tersebut menjadi lebih terbuka matanya, menjadi lebih jelas permasalahannya.

Selanjutnya oleh Dr. Winarno dikatakan bahwa setelah studi eksploratoris ini peneliti menjadi jelas terhadap masalah yand dihadapi dari aspek historis, hubungannya dengan ilmu yang lebih luas, situasi dewasa ini, dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya.

  1. Mengetahui dengan pasti apa yang diteliti.
  2. Tahu di mana/kepada siapa informasi dapat diperoleh
  3. Tahu bagaimana cara memperoleh data atau informasi
  4. Dapat menentukan cara  yang tepat untuk menganalisis data
  5. Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil

Sehubungan dengan ini ditambahkan ada manfaat lain dari studi pendahuluan yaitu peneliti menjadi yakin bahwa penelitiannya perlu dan dapat dilaksanakan.

Sebagai pedoman perlu tidaknya penelitian dilaksanakan, peneliti harus ingat

Empat hal yang sudah diutarakan :

  1. Apakah judul penelitian yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan minatnya?
  2. Apakah penelitian ini dapat dilaksanakan?
  3. Apakah untuk penelitian yang akan dilakukan tersedia faktor pendukung?
  4. Apakah hasil penelitian cukup bermanfaat?
  1. B. Cara Mengadakan Studi Pendahuluan

Seperti teori pengumpulan data pada umumnya, maka sumber pengumpulan informasi untuk mengadakan studi pendahuluan ini dapat dilakukan pada 3 objek. Yang dimaksud dengan objek di sini adalah apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti, atau dikunjungi yang kira-kira akan memberikan informasi tentang data yang akan dikunpulkan. Ketiga objek tersebut ada yang berupa tulisan(paper), manusia( person), dan tempat (place).

  1. Paper :dokumen, buku-buku, majalah, atau bahan tertulis lainnya, baik berupa teori, laporan penelitian, atau penemuan sebelumnya. Studi ini dinamakan kepustakaan atau literatur studi.
  2. Person : bertemu , bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahli atau sumber.
  3. Place :tempat, lokasi, atau benda-benda yang terdapat di tempat penelitian.

MERUMUSKAN MASALAH

Perumusan masalah dapat dilakukan dengan cara merumuskan judul selengkapnya. Tetapi meskipun masalah sudah dituangkan dalam bentuk judul, pembaca menafsirkan dengan arti yang berbeda. Apabila peneliti menjelaskan semuanya dalam satu rumusan judul penelitian, maka akan terjelma sebuah judul yang panjang.Sebelum seorang peneliti memulai kegiatannya dalam meneliti, harus membuat rancangan terlebih dahulu. Rancangan tersebut diberi nama desain penelitian atau proposal penelitian.

Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti sebagai pedoman kegiatan yang akan dilaksanakan dalam penelitian.Dalam desain penelitian sekurang-kurangnya  termuat : judul penelitian, alasan mengadakan penelitian, tujuan meneliti, kegunaan hasil penelitian, landasan teori, penelaahan kepustakaan, metodologi, langkah-langkah jadwal kerja, dan pembiayaan.

Proposal penelitian dibuat oleh peneliti apabila ia membutuhkan bantuan dana. Agar pihak yang memberi bantuan memahami apa yang akan dilakukan peneliti dan berapa besar manfaat hasil penelitian yang diharapkan. Disamping desain, dicantumkan pula perincian rencana kebutuhan dan penggunaan dana. Pada umumnya penelitian itu disponsori oleh pihak yang meberi bantuan dana, maka setiap akan meneliti, membuat proposal terlebih dahulu. Itulah sebabnya pengertian desain dan proposal cenderung disamakan.  Adapun permasalahan yang akan diteliti meliputi :

  1. 1. Penegasan judul

Penegasan judul atau pembatasan masalah sering diartikan sebagai pembatasan pengertian. Oleh karena itu pembatasan masalah perlu ditambahkan pada rancangan penelitian untuk pedoman kerja bagi peneliti sendiri dan bagi orang lain yang akan membantu atau meneruskan penelitiannya.

  1. 2. Alasan pemilihan judul

Alasan-alasan yang dapat dikemukakan dalam pemilihan judul antara lain :

  1. Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membawa pelaksanaan kerja yang lebih efektif.
  2. Menarik minat peneliti karena dari pengalamannya peneliti mendapatkan gambaran bahwa hal itu sangat menarik.
  1. Sepanjang pengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.

Alasan pemilihan judul yang paling tepat adalah adanya kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Kesenjangan inilah perlu diteliti, dicri sebab-sebabnya mengapa terdapat kesenjangan ini.

  1. 3. Problematik

Problematik penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian. Langkahnya disebut perumusan masalah atau perumusan problematik. Didalam langkah ini peneliti mengajukan pertanyaan terhadap dirinya tentang hal-hal yang akan dicari jawabannya melalui kegiatan penelitian. Setelah peneliti memberikan batasan permasalahan, maka akan menjadi jelas apa yang dipermasalahkan. Dikemukakan bahwa problematik adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, yang jawabannya akan diperoleh setelah penelitian selesai dilaksanakan.

  1. 4. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yang menunujukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai. Sebenarnya tujuan penelitian sama dengan jawaban yang dikehendaki dalam problematik penelitian. Tetapi tujuan penelitian harus lebih luas daripada sekedar hal yang diproblematikkan. Antara problematik, tujuan penelitian serta kesimpulan harus sinkron. Misal, jika pada problematik terdapat 3 hal yang dipertanyakan maka ada 3 hal yang menjadi tujuan, dan selesai penelitian akan ada 3 jawaban dalam kesimpulan.

  1. 5. Kegunaan hasil penelitian

Kegunaan hasil penelitian adalah kelanjutan dari tujuan penelitian. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa kegunaan hasil penelitian merupakan jawaban yang tertera dalam kesimpulan penelitian. Kegunaan hasil penelitian menjadi penting setelah beberapa peneliti tidak dapat mengadakan sebenarnya hasil apa yang diharapkan, dan sejauh mana sumbangannya terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

PENUTUP

  1. A. Kesimpulan

Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal dari suatu langkah kegiatan penelitian. Masalah merupakan bagian dari kebutuhan seseorang untuk dipecahkan. Orang ingin mengadakan penelitian, karena ia mendapatkan jawaban dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut datang dari berbagai arah.

Terdapat empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian , yaitu harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dilaksanakan, harus tersedia faktor pendukung dan harus bermanfaat.

Setelah memilih masalah, maka langkah selanjutnya adalah mengadakan studi pendahuluan. Manfaat mengadakan studi pendahuluan :

  1. Memperjelas masalah
  2. Menjajaki kemungkina dilanjutkanya penelitian
  3. Mengetahui apa yang sudah dihasilkan orang lain bagi penelitian yang serupa dan bagian mana dari permasalahan yang belum terpecahkan.

Sangat besar manfaatnya bagi para calon ahli peneliti untuk menelusuri lebih jauh apa yang akan di permasalahkan.

Merumuskan masalah penelitian bukanlah pekerjaan yang gampang, tidak sedikit kawan-kawan mahasiswa kebingungan dan tidak jarang pula para ahli mengalami kesulitan dalam hal ini.

Desain penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar-ancar kegiatan, yanhg akan dilaksanakan. Didalam desain penelitian sekurang-kurangnya termuat: Judul penelitian penegasan masalah, alasan mengadakan penelitian, tujuan meneliti, kegunaan hasil penelitian, landasan teori, penelaahan kepustakaan, metodologi ( meliputi teknik sampling, metode pengumpulan data dan metode analisis data ), langkah-langkah jadwal kerja dan pembiayaan.